Senin, 12 Juli 2010
My Fav Food Nasi Goreng "acar"
Menu ini sudah jadi andalanku, entah...sejak kapan aku jadi doyan makan nasi goreng. Biasanya tukang nasi goreng keliling lewat depan rumah sekitar jam-jam segini. Saking seringnya, tukang nasi gorengnya sampe hafal mesti membuat nasi goreng seperti apa. Nasi goreng dengan acar yang sangat banyak. :)
Kesukaanku pada acar udah gak bisa ditawar lagi, tiap aku mau makan entah itu nasi goreng, tahu tek, atau apapun, kalau bisa pake acar, sebanyak mungkin. Dulu, penjual nasi goreng yang bisa lewat didepan rumah sempat heran, karena seringnya aku minta acar, tukang nasgor nya sempat tanya "vi, kok bolak-balik minta acar? mau makan nasi apa makan acar sih?" hehehe
Jadi...kalau ada yang tanya apa makan favoritku, maka dengan cepat akan kujawab...ACAR.
Soalnya, seenak apapun makanannya pasti gak akan bisa habis kalau gak ada acarnya, sebaliknya...meski makanannya biasa, asal ada acar sebagai lauknya.....ehmmmm...pasti habis. wkwkwkwk
Minggu, 11 Juli 2010
Magang...oh....magang^^
Sudah beberapa kali aku pindah tempat magang, tanya kenapa...:)
Biasanya sih magangnya musti selesai dalam waktu 3 bulan. Tapi, berhubung aku suka pindah - pindah tempat magang...jadi deh magangnya molor. *keluh
Sekarang aku magang di Auto 2000 di bagian CRC (Customer Relation Coordinator). Aku disini bertugas untuk memberikan service yang baik pad customer, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan customer lah...seperti: menangani komplain, membuat laporan kegiatan di Head Office dan Cabang yang berkaitan dengan customer, dll.
Pertama kali magang sungguh tidak menyenangkan, berpisah dengan temen-temen se genk di kampus yang rame dan magang sendirian?? Tapi, gak papa lah, itung - itung belajar juga, biar gak kaget pas kerja beneran. Karena gak selamanya kita bisa tetap bersama dengan teman yang sama setiap harinya. Adaptasi...adaptasi :D
Banyak banget hal baru yang kupelajari selama magang, bertemu dengan customer bikin aku lebih PeDe buat ngomong di depan orang asing...hehe, meski dalam prosesnya ada juga hal yang menyusahkan terjadi, untungnya mbak dan mas yang kerja disini baek hati dan mau menolong.
Satu lagi pelajaran yang bisa aku petik dari berpindah-pindahnya tempat magangku adalah bahwa lingkungan kerja sangat berpengaruh dengan proses kerja kita. Lingkungan kerja yang nyaman dan asyik akan membuat kita jadi lebih produktif dalam bekerja.
Buat temen-temen yang lain....Cmangat ya. Chayooo
Kuliah PR di Lp3i
Namaku Silvie.. kuliah di LP3I.. ngambil jurusan PR, bahasa kerennya Public Relation, awalnya sih aku g niat buat kul di LP3I.. hehehehe.. tetapi setelah aku belajar di sana, aku jadi tertarik sama komunikasi, semua ini gara2 kakakku, dia yang nyuruh aku kuliah disana...padahal aku ga pernah kepikiran buat masuk KOMUNIKASI...ya...begitulah
Tempat kuliah ku yang jauh (secara...aku tinggal d sidoarjo dan kampus LP3I ada di Surabaya) bikin saban hari pulangmalam...Hhh. Capek gitu lho. LP3I itu gedungnya ada di depan kebun bibit bratang, yang sekarang lagi ramedisengketakan itu lho, tau gak?? semoga, siapapun pemenangnya akan membuat paru - paru kota ini jadi lebih baik lagi. Aamiin.
Eh...kok malah ngomongin kebun bibit sih...hehe
Back to topic ya ..
kuliah disini enak banget, suasananya nyaman, all of my friends juga baek2.. buat aku yG awaLnya ndak betah sama sekali, jadi lebih betah ^^
Apalagi di kLs ku ... kLs PR alias Public Relation. duch ... kLs yg paling aSyik. paling heboh. paling seru. paling rame. paling semuanya dech. di kLs ku ini, ndak ada ank yG ndak pnter ngomong. semuanya pd pnter2 ngomong. komunikasinya bgus dan lancar. termasuk aku juga dounk ... hehehe
aku bangga bnget Lho bs msuk di kLs PR. aku jd bs Lbh percya diri dLm brkomunikasi. bs lebih berani brhubungan langsung dg masyarakat luas. dan yg paling bangganya Lagi ne ,,, denger2 dr ank kmpus program laen, ank PR ini trkenal dg ceweknya yg cntik2. trmasuk aku jg kan berarti .. hehehehehe ( PD abiss .... )!!!!!!!!!!!! pkoknya kLs PR itu bnr2 T.O.P bngt .... !!! ndak rugi dech masuk di PR ...
Udaah ya... segini dulu ceritanya, ngirit pulsa :)
Bye.
Rabu, 07 Juli 2010
“ Semanggi Suroboyo di Simpang Jalan “
Bagi Anda yang suka berwisata kuliner, khususnya masyarakat jawa timur yang punya selera dengan makanan tradisional pasti kenal dengan menu khas makanan tradisional Surabaya, yaitu semanggi. Yang bisa di dapatkan dengan harga Rp 4.000 saja per pincuk. Sayangnya makanan ini sekarang makin sulit untuk dijumpai, karena berkurangnya bahan baku daun semanggi,dan penjualnya juga semakin berkurang. Hanya ada di tempat tempat tertentu saja.Makanan khas Surabaya ini menggunakan bahan dasar daun semanggi yang dicampur dengan kecambah rebus, kemudian disiram bumbu yang terbuat dari ubi yang direbus dan dicampur gula jawa, garam, terasi, petis udang, cabai, dan kacang tanah. Menyantap semanggi kian unik karena menggunakan krupuk puli (bahan dasar beras) yang dijadikan sebagai sendoknya.
Selain penggemarnya yang sudah banyak berkurang, ternyata bahan baku berupa daun semanggi juga kian sulit didapat. Selama ini daun semanggi didapat dari salah satu desa di daerah Benowo. Bahan baku daun semanggi ini merupakan tumbuhan yang biasanya hanya tumbuh di persawahan dan aliran sungai.
Ibu Tukirah usia 60 Tahun asal Benowo, salah seorang penjual semanggi, menuturkan, mereka (para penjual) biasa berkumpul di kawasan Benowo kemudian berangkat bersama. ’’Kumpulnya di kawasan Benowo, kemudian nyarter bemo (angkot),” katanya saat kami temui di kawasan taman bungkul. Yang sebagian besar ibu-ibu paroh baya keatas penjualnya.Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dari usaha jualan semanggi , suami ibu Tukirah bekerja sebagai tukang parkir dan mempunyai empat orang anak. Walaupun hasil dari jualan ini kadang sering kurang, tapi ibu Tukirah merasa senang saja menjalaninya.
Kalau jualannya rame jam 14.00 atau jam 15.00 bisa langsung pulang, tapi kalau kurang laku bisa-bisa sampai larut malam baru pulang.
Selain di Taman Bungkul, penggemar semanggi bisa mencari di Jl. Dempo. Titik (58) mengaku telah berjualan semanggi sejak 1956 saat ia masih berusia empat tahun. Ini jadi pilihannya karena ingin meneruskan usaha ibunya. ’’Ini sudah turun-temurun dari ibu dan nenek saya,” ujar wanita yang membuka depotnya mulai pukul 08.00-14.00 dan 17.00 - 21.00.
Tentang siapa saja pembeli semangginya yang dijual Rp 8.000/pincuk, dia menyebut cukup banyak dan beragam. ’’Masih ada anak-anak muda, tapi yang lebih banyak ya orang yang lebih tua,” ungkap ibu lima anak ini.
Titik juga mengakui bahan baku daun semanggi semakin sulit didapat. Selama ini ia mendapatkan daun semanggi dari saudaranya di kawasan Benowo.
Tak hanya di jalanan, kini semangi juga ’’naik kelas” dengan masuk ke food court dan hotel. Di food court di Galaxy Mall seporsi semanggi dihargai Rp 11.000, sedang di food court Alas Kutho di kawasan Citraland Rp 15.000. Di Surabaya Plaza Hotel, sajian semanggi ini bisa didapatkan dengan harga Rp 12.000 per porsi.
Pembeli semanggi di mall rata-rata memang sudah berusia lanjut. Kalangan muda banyak yang tidak tahu apa itu semanggi. Kalaupun mengenal, mereka lebih memilih masuk ke restoran fast food.
Satu hal lagi yang dikhawatirkan dari keberadaan semanggi, kian berkembangnya kawasan Benowo, lahan untuk menanamnya pun semakin berkurang. Bisa dipastikan keberadaan makanan khas Surabaya ini kian rentan musnah.
Bahan-Bahan:
Daun semanggi secukupnya (sesuai selera)
Seperempat kg kecambah
Seperempat Kg kerupuk puli
Seperempat kg petis udang
Cabe Rawit sesuai selera
Bumbu:
2 kg ketela
Seperempat kg gula merah
Seperempat kacang tanah
Cara membuat:
Bumbu: rebus ketela dan goreng kacang tanah,Kemudian tumbuk ketela dan kacang tanah bersama gula merah . Sebagai tambahan, bisa ditambahkan petis udang dan sambal.
Daun Semanggi:
cuci daun semanggi sambil dihilangkan batangnya
Kemudian rebus daun semanggi
Cuci kembali dan peras airnya
Cuci kecambah dan rebus
Goreng kerupuk puli
Lalu sajikan daun semanggi dan kecambah dengan taburan bumbu serta kerupuk puli.
Penulis : SLV
Rabu, 30 Juni 2010
Sejarah dan Perkembangan Public Relations
Humas kependekan dari hubungan masyarakat. Hal ini seringkali disederhanakan sebagai sebuah terjemahan dari istilah Public Relations (PR). Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.
PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.
Perkembangan Humas di Dunia
Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.
Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsur-unsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat.
Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural.
Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan.
Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya.
artikel di copy paste dari sini
